Hidup Sehat dengan Toilet Bersih

2008/05/14

Lifestyle Zone Artis. Menjaga kebersihan harus diawali dari rumah. Terutama bagian yang sangat mendasar yaitu kamar mandi. Jika terabaikan, bisa mengakibatkan penyakit bahkan kematian.

Berdasarkan kamus Wikipedia, kamar mandi adalah suatu ruangan tempat seseorang dapat mandi untuk membersihkan tubuhnya. Terkadang juga dilengkapi wastafel untuk tempat cuci tangan dan kakus. Sayangnya, ruang tersebut sering terabaikan. Padahal, jika kotor, otomatis penggunanya juga tidak akan bersih maksimal.

Menurut Dokter Spesialis Anestesi Regional, Prof Darto Satoto SpAN (K), penyakit yang ditimbulkan dari toilet yang kotor bisa berasal dari bakteri atau kuman yang menempel di dalamnya. Bahkan, ada bakteri yang menyebabkan kematian dari toilet kotor.

Dia menuturkan, kamar mandi yang kotor dapat menimbulkan bakteri E-coli. Bakteri itu masuk ke dalam pembuluh, kemudian menjadi penyakit berat yang bisa menyebabkan infeksi secara menyeluruh ke seluruh tubuh. "Secara langsung, bakteri ini bisa menyebabkan kematian," ujar Darto yang tercatat sebagai Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada kampanye kebersihan toilet dengan tema "Kering Itu Sehat".

Penyebab timbulnya bakteri itu, lanjutnya, bisa dari binatang seperti lalat yang hinggap di kamar mandi kotor. Bakteri tersebut menular melalui makanan yang dihinggapi lalat, kemudian dikonsumsi. Karena makanan tersebut kotor, maka bisa menimbulkan hepatitis A.

Dalam penularannya, bakteri E-coli tidak memandang usia. Semua orang bisa saja terkena. "Saat ini, anak Aceh lebih banyak terkena bakteri E-coli akibat dampak tsunami yang menyebabkan timbulnya air kotor dan kekurangan air bersih," tutur Darto.

Ketua Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) Naning Adiwoso mengatakan, jika dibandingkan toilet yang mengharuskan penggunanya jongkok, penggunaan toilet duduk rentan menimbulkan penyakit.

"Kamar mandi kotor dan penggunaan toilet duduk yang jorok, jamur bisa menular di bokong orang lain yang menggunakan toilet selanjutnya, seperti kandidia," ujar Naning yang juga seorang dokter hewan spesialis bidang hewan ternak.

Ada dua jenis penyakit jamur yang bisa timbul, yaitu tinea kruris dan kandidias. Tinea kruris ditandai dengan bintil-bintil berwarna agak kemerahan. Pada kasus yang sudah lama, maka akan disertai dengan warna kehitaman pada daerah tertentu.

Sedangkan, kandidias ditandai dengan bercak berwarna merah terang dan sekitar daerah kemerahan tersebut tampak bintik-bintik kecil yang tersebar di sekitarnya. "Penyebab lainnya juga bisa dikarenakan penggunaan sabun yang mengandung antiseptik, yang membuat bertahannya bakteri," jelas Darto.

Naning menambahkan,kadang-kadang orang sering merasa tidak sadar jika kamar mandi yang berfungsi untuk membersihkan badan, justru tidak bersih tempatnya.

Hal tersebut dapat dilihat dari adanya kamar mandi yang sering ditemui dalam keadaan kotor, bau, gelap,dan pengap. Lebih menyedihkan, kamar mandi dalam keadaan seperti itu banyak dijumpai pada kamar mandi umum, tempat orang harus membayar untuk perawatan kebersihan.

"Semakin banyak orang yang mengutamakan kebersihan toilet, semakin sehat pula masyarakat Indonesia," tambah Naning.

AddThis Social Bookmark Button


Sehat dan Cantik dengan Food Combining

Lifestyle Zone Artis. FOOD Combining (FC) merupakan pola makan sehat alami yang mendukung seluruh organ tubuh kita dapat bekerja dengan baik, sehingga kesehatan terjaga.

Dampaknya, penampilan tampak lebih muda dan segar, dengan emosi yang terjaga dan mudah merasa bahagia. Selain itu, penyakit yang mungkin ada dalam tubuh kita, terutama penyakit akibat gangguan metabolisme, dapat teratasi.

Sebut saja, kegemukan atau kekurusan, alergi (asma), gangguan lambung, gangguan asam urat, kencing manis, hipertensi, hiperkolesterol (trigliserida), stroke, penyakit jantung, tumor atau kanker, gangguan emosional (stres, depresi, hiperaktif atau keranjingan makanan).

Adalah artis cantik Raslina Rasidin yang menerapkan food combining untuk menjaga kesehatan dan kecantikannya. Apalagi, wanita asal Aceh ini baru melahirkan tiga bulan lalu. Walhasil, berat badannya mengalami kenaikan hingga 16 kg.

Meski mengalami kenaikan yang cukup drastis, Lina tidak patah semangat untuk mengembalikan berat idealnya. Wanita 35 tahun yang sebelumnya memang menerapkan FC itu, menjalani program tersebut setelah melahirkan.

"Saya mengembalikan berat badan ideal dengan food combining yaitu mengurangi konsumsi goreng-gorengan, gula, dan seminggu sekali makan daging merah. Sementara ikan dan sayur menjadi bagian dari menu sehari-hari. Meski berat, tapi agar berhasil menjalani segala sesuatu maka harus selalu disiplin," kata Lina saat ditemui okezone dalam acara beauty class yang diadakan oleh OLAY Total Effects di Senayan City, Selasa (13/5/2008).

Tidak hanya itu saja, pemeran sinetron Demi Masa dan Anakku Bukan Anakku itu pun selalu rajin berolahraga yang teratur. Hanya saja, kondisinya yang baru melahirkan membuat dia memilih untuk berolahraga secara bertahap.

"Waktu baru melahirkan, saya olahraganya selama 30 menit. Setelah 40 hari, naik lagi menjadi satu jam. Olahraga yang dilakukan per hari, tapi kalau libur saya suka ada jeda. Karena untuk weekend (Sabtu dan Minggu) adalah hari bermain dengan anak-anak," paparnya.

Berkat ketekunan Lina menerapkan pola makan FC, dia berhasil menurunkan berat badan sebanyak 12 kg dalam waktu tiga bulan. "Untuk berat badan saat ini memang sudah mendekati ideal, tapi kalau untuk seorang public figure saya butuh menurunkan berat badan 3,5 kg lagi. Saat ini saya sudah bisa menurunkan berat badan sampai 12 kg, sekarang berat badan saya 48 kg," jelas wanita yang tengah memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya itu.

Pola makan sehat alami dari FC diterapkan Lina agar memeroleh keseimbangan asam-basa tubuh. "Saya sudah lama melakukan diet sehat dengan food combining, tapi ketika sudah melahirkan lebih straight lagi. Makanya meski telah punya dua anak dengan kehamilan yang cukup besar, saya tidak punya scratchmatch ," ungkapnya.

Adapun cara yang dilakukan Lina untuk mendapat berat badan idealnya kembali, ialah dengan mengganti minyak kelapa dengan olive oil. Sedangkan bila Lina ingin mengkonsumsi ikan, maka dia akan memilih dibakar daripada digoreng.

"Awalnya, seperti makan di rumah makan sunda tetapi tidak pakai nasi. Sepertinya konyol, tapi lama-lama terbiasa. Saya coba makan ikan dengan porsi yang besar sehingga saya tidak makan nasi. Tapi saya tidak berarti antimakan nasi, kadang-kadang saya mengkonsumsinya juga. Karena bagaimanapun tubuh perlu karbohidrat, tapi karbohidratnya dikurangi se-minimize mungkin," jelas Lina panjang lebar.

Bila dikaitkan dengan kondisinya yang tengah memberikan ASI eksklusif, FC tidak membuat produksi ASI-nya keluar sedikit. Justru dengan pola makan sehat ini, ASI Lina bisa lebih banyak. Jadi, siap kan menerapkan hidup sehat dengan food combining?

AddThis Social Bookmark Button


 

Design by Amanda @ Blogger Buster